Home » Blog » Ikan Hias » 10 Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Ikan Beton

10 Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Ikan Beton

Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Ikan Beton

10 Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Ikan Beton – Jika kolam Anda penuh dengan pemandangan hijau yang mengganggu, temukan cara efektif untuk menghilangkan lumut di kolam ikan Anda. Simak uraian berikut!

Kehadiran lumut di kolam ikan, terutama jika berada di luar ruangan, sebenarnya hal yang cukup lumrah. Tetapi jika sudah berkembang terlalu banyak (algae bloom) akan menjadikan kolam tampak kehijauan dan tidak sedap dipandang mata.

Selain mengganggu keindahan kolam, hal tersebut juga akan membahayakan ikan-ikan yang ada di dalamnya.

Oleh sebab itu, Anda harus segera mencari cara untuk menghilangkan lumut yang ada di kolam.

Pertumbuhan lumut biasanya terjadi karena paparan sinar matahari, suhu air yang hangat, serta banyaknya nutrisi dalam kolam.

Nah, jika kita dapat menghilangkan elemen yang dibutuhkan lumut untuk hidup, maka kolam akan terbebas dari serangan lumut. Jika pun ada, jumlahnya tak akan mengganggu, masih dalam tahap wajar.

Lalu, cara apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan lumut di kolam ikan beton? Cobalah beberapa cara jitu berikut!

1. Memberikan Bakteri Starter

Alangkah baiknya saat memulai kolam baru, atau sehabis menguras kolam, Anda memberikan bakteri starter. Umumnya, bakteri starter berisi kultur bakteri pengurai amoniak.

Selain itu, bakteri starter juga berfungsi sebagai penjernih air untuk membantu air agar tidak keruh. Tentu saja karena kinerja bakteri-bakteri tersebut.

Jika amoniak dan nutrisi yang dibutuhkan lumut untuk berkembang sudah berkurang, maka populasi lumut pun akan berkurang.

Gunakan bakteri starter sesuai takaran yang tercantum pada produk. Selain untuk kolam, produk bakteri starter juga bisa Anda gunakan untuk akuarium.

2. Berikan Garam

Cara menghilangkan lumut di kolam ikan selanjutnya ialah dengan memberikan garam. Garam ikan dipercaya dapat melunturkan lumut-lumut yang sudah berkerak pada dinding kolam.

Di samping itu, penggunaan manfaat garam ikan juga baik untuk menjaga ikan agar tak mudah terserang penyakit.

Namun Anda harus gunakan garam secukupnya, karena jika terlalu banyak akan membuat salinitas air terlalu tinggi, air berbusa, dan air menjadi lengket.

Sebagai gambaran, misalnya kolam Anda berukuran 3 x 1,5 meter dengan tinggi 1 meter, berikan saja satu gayung garam seminggu sekali, atau setelah melakukan pergantian air.

3. Memakai Lampu UV (Ultraviolet)

Lampu UV banyak dijual di toko-toko hias, salah satu manfaatnya adalah menghentikan pertumbuhan lumut pada kolam.

Cara ini sudah banyak diketahui oleh para pemain ikan hias. Jadi, Anda bisa taruh lampu UV di dalam ruang filter atau chamber.

Berhati-hatilah terhadap lampu ini, jangan sampai Anda menatap sinarnya secara langsung, karena sangat berbahaya!

Jika memungkinkan, belilah lampu UV yang submersible, artinya bisa dipasang di dalam air.

Baca Juga: Cara Memilih Lampu Akuarium

4. Ganti Air Secara Teratur

Jangan lupa untuk menghilangkan lumut yang membandel, Anda harus rutin melakukan pergantian air.

Anda bisa lakukan seminggu atau dua minggu sekali, sebanyak 20-30% dari total volume air kolam ikan.

Menguras air juga berguna untuk membuang kelebihan amoniak maupun zat berbahaya yang ada pada air.

Namun jika dilakukan terlalu sering, akan mengganggu parameter air yang sudah stabil.

Perubahan parameter air yang terlalu drastis, dapat menyebabkan kematian mendadak pada ikan.

Oleh sebab itu jangan kuras kolam 100%, kecuali dalam keadaan darurat, dan menggantinya dengan menggunakan air yang sudah diendapkan.

5. Sistem Filtrasi yang Baik

Selain cara menghilangkan lumut di kolam ikan beton seperti sebelumnya, Anda juga bisa menjaga kolam dengan menggunakan sistem penyaringan atau filtrasi yang mumpuni.

Sebenarnya tidak cuma untuk menghilangkan lumut saja, tetapi filtrasi yang baik juga akan menyaring kotoran kasar maupun halus pada kolam, sehingga kolam akan terlihat bersih dan jernih.

Media filtrasi yang bisa Anda gunakan untuk membasmi lumut seperti karbon aktif. Karbon aktif dapat menyerap zat kimia berbahaya dalam air, termasuk amoniak.

Jika amoniak sudah berkurang, maka suplai makanan untuk lumut pun berkurang. Pada akhirnya lumut akan mati.

Selain itu, Anda juga bisa pakai batu zeolit. Fungsinya hampir sama seperti karbon aktif.

Baca Juga: Bermacam Alat-alat Aquarium dan Fungsinya

6. Serok Jika Ada Sisa Makanan

Berhati-hatilah dalam memberikan makanan, jangan sampai over-feeding. Hal itu bukan hanya bahaya buat ikan, tetapi memperburuk kualitas air juga.

Kualitas air yang buruk, berarti menyediakan banyak makanan yang membuat lumut terus berkembang.

Oleh karena itu, Anda bisa menyerok sisa-sisa makanan yang tak habis dilahap ikan. Jika dibiarkan, makanan akan larut dalam air.

Sisi buruk lainnya pada pemberian pakan yang berlebih adalah akan menimbulkan banyak limbah ikan.

Kalau ikan makan banyak, pasti fesesnya juga banyak, itu berarti amoniak dalam kolam pun bertambah.

7. Berikan Penghalang Pada Kolam

Agar lumut berkembang, ia butuh sinar matahari untuk berfotosintesis.

Sinar matahari memang tak terhindarkan kalau kolam Anda berada di outdoor. Tetapi, sinar matahari bisa dikurangi dengan cara memecahnya.

Misalnya menggunakan jaring, atau membuat atap di atas kolam.

8. Memberikan Tanaman

Meskipun agak kurang sesuai dengan konsep kolam yang Anda inginkan, tetapi dalam rangka pembasmian lumut, Anda bisa berikan tanaman lain di dalam kolam.

Beberapa tanaman air yang cocok seperti teratai atau eceng gondok.

Kedua tanaman tersebut bisa membatasi jumlah nutrisi yang diserap lumut, akibat perebutan jatah makan. Akhirnya, suplai nutrisi lumut dapat berkurang dan populasinya pun demikian.

9. Memelihara Ikan Pemakan Lumut

Beberapa tipe ikan memang ada yang suka memakan lumut-lumut, terutama yang menempel di dinding seperti jenis ikan sapu-sapu.

Ikan lain yang juga suka makan lumut seperti nila, koi, atau jenis ikan mas lainnya.

Jika Anda tak ingin melihat ikan lain di dalam kolam, Anda bisa beli ikan kecil-kecil agar tidak terlalu mencolok.

Ikan pembersih ini mampu melumat alga, seperti black molly dan chinese algae eater (CAE).

10. Pakai Obat untuk Mengatasi Lumut

Cara menghilangkan lumut di kolam ikan terakhir adalah dengan menggunakan obat pembasmi lumut.

Cara ini terbilang paling mudah, tetapi Anda perlu membacanya dulu dengan seksama mengenai bahan pembuatan obat tersebut.

Apakah bisa untuk semua jenis ikan, atau ada ikan tertentu yang tidak boleh terkena efek obat.

Jangan lupa, gunakan dosis yang telah dianjurkan. Jangan karena ingin cepat, maka Anda menggunakan dosis semaunya.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Alga di Aquarium Air Laut

Itulah 10 cara menghilangkan lumut di kolam ikan beton yang bisa Sahabat Sola lakukan. Semoga membantu!