Home » Blog » Ikan Hias » Penyebab Ikan Mati di Aquarium maupun Kolam

Penyebab Ikan Mati di Aquarium maupun Kolam

Penyebab Ikan Mati di Aquarium maupun Kolam

Penyebab Ikan Mati di Aquarium maupun Kolam – Ikan merupakan salah satu hewan peliharaan yang cukup peka terhadap perubahan, baik itu media tinggal maupun parameter airnya.

Jika ada perubahan, tentu akan berdampak bagi ikan, bisa positif atau negatif. Yang paling mengerikan adalah kematian bagi si ikan.

Tetapi tidak hanya masalah perubahan, perawatan yang keliru pun dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi ikan.

Nah, kalau Anda sering mengalami kasus kematian mendadak pada ikan, coba telusuri masalahnya. Mungkin penyebab ikan mati di aquarium maupun kolam Anda karena beberapa hal seperti di bawah ini.

Suhu Air yang Fluktuatif

Seperti wacana sebelumnya, ikan lumayan sensitif terhadap perubahan, salah satunya adalah perubahan suhu air.

Setiap ikan, memiliki rentang suhu terbaik untuk tumbuh kembang mereka. Tidak harus persis seperti panduan, namun setidaknya masih masuh rentang tersebut.

Karena, ikan sebenarnya makhluk sensitif tetapi masih fleksibel terhadap perubahan suhu, asalkan tidak terlalu drastis.

Pada habitat alami pun, suhu air tidak sama persis atau selalu konstan, kadang berubah-ubah juga. Namun, perubahannya masih dalam rentang tertentu, sehingga tidak cukup berbahaya bagi ikan.

Yang menjadi berbahaya mengenai perubahan suhu air ialah saat terjadi fluktuasi suhu yang begitu cepat. Di sinilah Anda perlu terus memantau kesehatan ikan di aquarium maupun kolam.

Meskipun suhu air berfluktuasi dalam kisaran ‘aman’, perubahan suhu air yang drastis akan memaksa ikan untuk beradaptasi, yang pada akhirnya menyebabkan mereka menjadi tertekan.

Unuk mencegah kematian ikan karena suhu air yang fluktuatif, Anda bisa menempatkan aquarium pada ruangan yang tak terkena sinar matahari langsung. Ini akan menghentikan fluktuasi cuaca yang disebabkan oleh faktor eksternal.

Atau, Anda bisa memelihara ikan yang berasal dari perairan yang sama dalam satu aquarium. Misalnya jenis ikan tropis dengan ikan tropis lainnya.

Biasanya mereka mempunyai kebutuhan suhu air yang sama,sehingga sama-sama membutuhkan suhu hangat.

Dengan begitu, Anda akan mudah dalam mengontrol suhu air dalam aquarium atau kolam Anda.

Jika satu aquarium isinya campur-campur, sulit untuk mengontrol suhu air. Yang satu butuh air dingin, sedangkan yang satu butuh suhu hangat misalnya.

Untuk menaikkan suhu air, Anda membutuhkan water heater. Sedangkan menrunkan suhu air, Anda butuh chiller.

Keduanya dapat Anda dapatkian di toko ikan hias terdekat atau memesannya secara online.

Kualitas Air Buruk

Jika berbicara mengenai kualitas air, pasti berkaitan dengan sistem penyaringan (filtrasi), tingkat pH, salinitas atau jenis air yang digunakan dalam aquarium (air sumur atau RO).

Kalau ada yang salah dengan faktor di atas, itu juga dapat menjadi penyebab ikan dalam aquarium atau kolam Anda mati secara mendadak maupun perlahan.

Filter akuarium setidaknya berisi material-material yang dapat membantu menyaring kotoran, serta tidak berbahaya bagi ikan.

Mengganti filter, bisa jadi hal yang berbahaya jika ditangani sembarangan.

Jika Anda mencuci filter, sebenarnya Anda membuang semua koloni yang sudah tumbuh baik pada filter.

Kalau ingin mencuci tempat atau media filter, Anda bisa mencucinya dengan air yang ada di aquarium utama.

Mengganti media pun sebaiknya jangan dilakukan sekaligus. Misalnya, hari ini mengganti kapas, dua atau tiga hari kemudian baru ganti media lain seperti karbon aktif dan lainnya. Artinya lakukan pergantian bertahap.

Selain itu, untuk mempercepat pertumbuhan bakteri baik yang telah berkembang, Anda bisa menggunakan bakteri starter.

Tingkat keasaman (pH) air pun memegang peranan penting dalam keberlangsungan hidup ikan.

Tingkat pH yang tinggi menunjukkan bahwa airnya bersifat basa, sedangkan tingkat pH yang rendah menunjukkan keasaman dalam air.

Tanaman maupun ikan dalam akuarium semuanya memiliki rentang pH yang berbeda-beda. Jika tak sesuai dengan kebutuhannya, dapat menyebabkan kematian pada tanaman maupun ikan hias Anda.

Ada banyak hal yang dapat mengubah tingkat pH dalam air, seperti menambahkan bahan kimia pada air, mengubah substrat atau dekorasi aquarium.

Substrat tertentu seperti karang dan batu kapur, dapat larut ke dalam air dan mengubah tingkat pH secara drastis.

Oleh sebab itu, jika Anda ingin memasukkan substrat atau dekorasi baru, sebaiknya pastikan dulu materialnya.

Tankmates yang Tidak Cocok

Jangan meremehkan masalah ini, tankmates yang tidak tepat, dapat menjadi penyebab ikan tertekan bahkan berujung kematian.

Bayangkan Anda menggabungkan ikan predator dan mangsanya dalam satu tank. Apakah itu ide baik?

Untuk itu, sebelum memelihara ikan, pastikan Anda sudah tau persis, apakah jenis ikan A cocok dicampur dengan ikan B, dan seterusnya.

Anda bisa menggali informasi di internet mengenai kecocokan ikan, atau menanya langsung kepada si penjual.

Secara umum, Anda bisa mencampur ikan yang tempramennya sama. Misalnya sama-sama ikan damai.

Selain itu, pilihlah ikan dengan ukuran yang sama. Sehingga tidak ada dominasi dalam akuarium.

Aquarium Masih Baru

Penyebab ikan mati di aquarium maupun kolam lainnya adalah New Tank Syndrome (Sindrom aquarium baru). Banyak kasus kematian ikan mendadak karena aquarium yang masih baru.

Jika menurut Anda air yang steril atau terlihat jernih itu pasti berkualitas dan baik untuk ikan, sepertinya Anda cukup keliru.

Lihat saja pada habitat alaminya, apakah semuanya jernih? Banyak kok yang butek, tapi ikan nyaman-nyaman saja tinggal pada lingkungan seperti itu.

Artinya, untuk membuat ikan nyaman, Anda tidak memerlukan air yang super jernih atau steril. Yang penting, bakteri baik pada air harus berkembang dengan baik.

Bakteri-bakteri tersebut dapat menjaga kadar nitrogen yang tepat, serta dapat memecah limbah yang terdapat di dalam aquarium.

Kotoran ikan yang menumpuk, dapat menghasilkan amonia yang tinggi pada air. Hal tersebut tentu berbahaya bagi ikan. Nah, disinilah bakteri baik berperan.

Untuk menumbuhkan bakteri alami ini, Anda memerlukan waktu. Dengan sendirinya bakteri akan berkembang.

Namun untuk mempercepatnya, Anda bisa menggunakan bantuan bakteri starter.

Selain itu, penting untuk melakukan “cycling” pada akuarium baru, tujuannya untuk menghidupkan bakteri ini secara alami.

Jadi, kalau Anda baru membeli akuarium dan mengisi air, jangan langsung memasukkan ikan. Biarkan air berputar dulu selama dua atau tiga hari, baru kemudian masukkan ikan.

Artikel terkait: Cara Memasukkan Ikan yang Baru Dibeli ke Aquarium

Kebanyakan Memberi Makan

Kebanyakan memberi makan dapat menjadi hal yang serius bagi ikan, seperti kematian.

Ikan tidak tahu kapan mereka kenyang, mereka hanya bisa makan dan makan sampai tidak ada lagi yang tersisa.

Semakin ikan banyak makan, tentu akan menghasilkan kotoran yang lebih banyak pula. Seperti bahasan sebelumnya, kotoran ikan mengandung amonia yang tak baik untuk air.

Selain itu, kalau pakan tersisa pada air, itu bisa menyebabkan pakan larut dan mencemari air. Tentunya hal ini juga tidak baik bagi ikan.

Perlu untuk Anda ketahui, sistem pencernaan ikan tak sebaik manusia. Sehingga, Anda perlu bijaksana dalam memberi makan pada ikan.

Panduan yang paling umum dalam memberi makan ikan adalah sehari dua sampai tiga kali dengan porsi sedikit. Artinya makanan harus habis dalam jangka waktu dua sampai tiga menit.

Untuk lebih detail, pastikan Anda membaca panduan pemberian makan pada belakang kemasan pakan. Atau setidaknya Anda bertanya pada penjual ikan mengenai waktu pemberian makan ini.

Jika kebanyakan pemberian pakan berdampak buruk bagi ikan, sebaliknya, ikan yang tidak mau makan juga jadi masalah tersendiri. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa baca: Penyebab Ikan yang Tidak Mau Makan serta Solusinya

Aquarium Kotor dan Jarang Ganti Air

Kondisi akuarium yang kotor dan tercemar, juga menjadi penyebab utama kematian pada ikan.

Meskipun ikan dapat hidup pada air yang tidak super jernih dan super steril, tetapi ikan juga tidak dapat bertahan pada kondisi air yang terlalu kotor.

Beberapa jenis mungkin kuat bertahan, tapi kebanyakan tidak.

Oleh sebab itu, pergantian air secara berkala pada aquarium maupun kolam, mutlak diperlukan.

Anda perlu mengganti air setidaknya seminggu sekali sebanyak sepertiga isi aquarium. Atau selambatnya dua minggu sekali.

Jangan menguras total aquarium, itu berpotensi membuang bakteri baik yang sudah berkembang. Kecuali, ada hal-hal tertentu yang memaksa Anda untuk melakukan pengurasan secara total.

Lebih lengkap mengenai cara membersihkan aquarium, Kami sudah menulisnya pada artikel: Cara Menguras Aquarium.

Ikan Luka atau Sakit

Yups, ikan yang sakit atau terluka, dapat menjadi penyebab ikan mati pada aquarium maupun kolam. Untuk itu, masalah ini harus ditangani segera.

Untuk menangani ikan sakit, Anda membutuhkan rekomendasi ahli atau penanganan khusus. Semua bergantung pada penyakitnya masing-masing. Kita tidak akan membahas hal ini sekarang, karena terlalu panjang.

Kekurangan Oksigen

Penyebab ikan mati dalam aquarium terakhir adalah karena kurangnya oksigen dalam air.

Sama seperti makhluk hidup lain, ikan juga membutuhkan oksigen agar tetap hidup. Dalam hal ini ikan butuh oksigen terlarut dalam air (dissolved oxygen).

Kekurangan kadar oksigen pada air, dapat menyebabkan kematian pada ikan. Apalagi ikan-ikan yang sudah biasa menggunakan mesin oksigen sebelumnya.

Selain itu, kurangnya oksigen dalam air juga dapat menurunkan nafsu makan pada ikan, sehingga pertumbuhannya bisa terhambat.

Untuk mencukupi kebutuhan oksigen dalam aquarium, Anda bisa menggunakan aerator.

Itulah beberapa penyebab ikan mati di aquarium maupun kolam. Dengan menemukan penyebabnya, nantinya Anda akan tahu cara mengatasinya, sehingga ikan tidak cepat mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *