Home » Blog » Ikan Hias » Mengenal Lobster Air Tawar alias Crayfish

Mengenal Lobster Air Tawar alias Crayfish

Lobster Air Tawar

Mengenal Lobster Air Tawar alias Crayfish – Pernah lihat lobster air tawar? Atau udah pernah makan krustasea ini? Hmm.. Sahabat Sola, kenalan dulu yuk dengan hewan cantik ini!

Lobster air tawar atau yang biasa disebut Crayfish, merupakan salah satu dari banyak krustasea (ordo Decapoda, filum Arthropoda) yang merupakan keluarga Astacidae (Belahan Bumi Utara), Parastacidae, dan Austroastracidae (Belahan Bumi Selatan).

Secara bentuk, krustasea ini terlihat seperti lobster yang ada di lautan. Faktanya, mereka memang masih berkerabat.

Spesies air tawar ini memiliki lebih dari 500 jenis di seluruh dunia, di mana setengahnya berada di daratan Amerika Utara.

Hampir semua jenis crayfish hidup di air tawar, meskipun beberapa spesies hidup di air payau atau air asin.

Jadi, sebenarnya lobster air tawar dan air laut itu berbeda, hanya saja mereka masih kerabat dekat.

Ciri Fisik Lobster Air Tawar

Lobster air tawar memiliki kepala dan dada yang menyatu, serta tubuh yang tersegmentasi. Umumnya, spesies ini memiliki warna kuning pasir, hijau, merah, atau coklat tua.

Kepala memiliki moncong yang tajam, dan mata majemuk pada tangkai yang bisa digerakkan.

Eksoskeleton atau penutup tubuh tipis, tapi kuat. Sepasang kaki depan dari lima pasang kaki memiliki penjepit yang besar dan kuat (chelae).

Ada lima pasang pelengkap yang lebih kecil di perut, kebanyakan digunakan untuk berenang dan sirkulasi air untuk pernapasan.

Secara ukuran, lobster air tawar dewasa memiliki panjang sekitar 7,5 cm.

Jenis yang terkecil adalah Cambarellus diminutus yang hanya berukuran 2,5 cm, berasal dari tenggara Amerika Serikat.

Sedangkan jenis crayfish terbesar adalah Astacopsis gouldi dari Tasmania, yang panjangnya bisa mencapai 40 cm dan berat sekitar 3,5 kg.

Habitat Alami

Lobster air tawar biasanya menghuni sungai dan danau, mereka suka bersembunyi di bawah batu atau batang kayu.

Persebarannya mulai dari Amerika, Asia, hingga Eropa.

Jenis yang paling banyak di Amerika Utara seperti Procambarus, Orconectes, Faxonella, Cambarus, Cambarellus, dan Pacifastacus.

Sedangkan di Eropa terdapat Genus Astacus, dan genus Cambaroides dari Asia Timur.

Mereka paling aktif pada malam hari, sambil memakan sebagian besar siput, larva serangga, cacing, dan amfibi. Beberapa di antaranya makan tumbuh-tumbuhan.

Baca Juga: Hewan Paling Bau

Konsumsi Lobster Air Tawar

Tidak kalah dengan saudaranya yang di laut, lobster air tawar juga begitu populer, tidak hanya untuk dipelihara saja, tapi untuk dikonsumsi dagingnya.

Meskipun rasanya tak seenak lobster laut, tetapi lobster air tawar juga banyak peminatnya. Terbukti dengan maraknya budidaya lobster air tawar di Indonesia.

Sampai saat ini, produsen crayfish terbesar di dunia masih dipegang oleh Cina. Pada tahun 2018, produksi Asia menyumbang 95% dari pasokan crayfish dunia.

Secara rasa, lobster air tawar memiliki rasa gurih, sekaligus lebih kenyal, bisa dibilang rasanya hampir seperti udang. Namun, lobster air laut dagingnya lebih empuk dan punya cita rasa khas lobster.

So, wajar saja kalau lobster air laut dibanderol dengan harga yang jauh lebih mahal.

Baca Juga: Panenlele

Dijadikan Sebagai Hewan Peliharaan

Tidak cuma untuk tujuan konsumsi saja, ternyata banyak juga yang memelihara lobster air tawar di aquarium.

Tetapi tidak sebatas di aquarium saja, crayfish ini pun kerap dipelihara di kolam-kolam dengan banyak pipa PVC sebagai tempat persembunyiannya.

Ketika dijadikan hewan peliharaan, krustasea ini biasanya diberi makanan seperti pelet udang atau berbagai sayuran, tetapi juga akan makan ikan kecil, alga, dan hewan lain yang bisa ditangkap dengan capitnya.

Baca Juga: