web stats
Lompat ke konten
Home » Service Pemanas Air » Penyebab Solar Water Heater Kurang Panas dan Cara Mengatasinya

Penyebab Solar Water Heater Kurang Panas dan Cara Mengatasinya

penyebab solar water heater kurang panas

Solar water heater seharusnya mampu menghasilkan air panas dengan memanfaatkan energi matahari. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, Anda mungkin menemukan kondisi ketika air yang keluar terasa kurang panas, bahkan hanya hangat. Lalu, apa sebenarnya penyebab solar water heater kurang panas?

Masalah ini tidak selalu berarti unit mengalami kerusakan. Intensitas sinar matahari, kondisi kolektor, kebersihan sistem, kapasitas tangki, hingga komponen pemanas tambahan dapat memengaruhi suhu air yang dihasilkan.

Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa menentukan apakah masalah tersebut cukup diatasi dengan perawatan sederhana atau membutuhkan pemeriksaan teknisi.

Bagaimana Solar Water Heater Menghasilkan Air Panas?

Solar water heater menggunakan energi matahari untuk memanaskan air. Pada sistem tertentu, air bersirkulasi melalui kolektor surya yang dipasang di area terbuka, biasanya di atas atap.

Kolektor menyerap panas matahari dan mentransfernya ke air. Air yang sudah panas kemudian disimpan di dalam tangki sehingga dapat digunakan saat dibutuhkan.

Beberapa solar water heater juga dilengkapi electric backup heater. Komponen ini berfungsi sebagai pemanas tambahan ketika panas matahari tidak mencukupi, misalnya saat cuaca mendung atau penggunaan air panas cukup tinggi.

Karena itu, performa solar water heater sangat bergantung pada kondisi lingkungan sekaligus kondisi setiap komponennya.

Penyebab Solar Water Heater Kurang Panas

1. Sinar Matahari Kurang Maksimal

Salah satu penyebab paling umum adalah kurangnya paparan sinar matahari.

Solar water heater membutuhkan energi matahari untuk memanaskan air. Jika kolektor terlalu sering tertutup bayangan bangunan, pohon, antena, atau objek lainnya, jumlah panas yang diserap akan berkurang.

Cuaca mendung berkepanjangan juga dapat membuat temperatur air tidak sepanas biasanya. Kondisi ini biasanya lebih terasa pada musim hujan atau ketika intensitas matahari sedang rendah.

Perhatikan apakah kolektor mendapatkan sinar matahari langsung dalam waktu yang cukup setiap hari. Posisi dan arah pemasangan juga berpengaruh terhadap kemampuan sistem menerima radiasi matahari.

2. Kolektor Surya Kotor

Debu, kotoran, daun, atau endapan lainnya yang menempel pada permukaan kolektor dapat mengurangi kemampuan kolektor menyerap panas.

Permukaan kolektor yang kotor tidak dapat menerima energi matahari seoptimal kondisi bersih. Akibatnya, proses pemanasan air menjadi kurang efektif.

Jika solar water heater berada di area yang banyak debu atau terkena kotoran dari lingkungan sekitar, pemeriksaan dan pembersihan kolektor perlu dilakukan secara berkala.

Namun, pembersihan sebaiknya dilakukan dengan cara yang sesuai dengan jenis kolektor agar tidak merusak permukaannya.

3. Kolektor Mengalami Kerusakan

Masalah juga bisa berasal dari kolektor itu sendiri.

Kerusakan pada bagian kolektor, jalur sirkulasi, atau komponen pendukung dapat menyebabkan proses transfer panas tidak berlangsung dengan baik.

Pada kondisi tertentu, kolektor mungkin terlihat normal dari luar, tetapi performanya sudah menurun. Jika air tetap kurang panas meskipun paparan matahari bagus dan kolektor bersih, pemeriksaan teknisi dapat membantu menemukan sumber masalahnya.

4. Sirkulasi Air Tidak Berjalan Optimal

Solar water heater membutuhkan sirkulasi air yang baik agar panas dari kolektor dapat ditransfer secara efektif.

Jika terjadi gangguan pada sirkulasi, air panas tidak dapat bergerak sebagaimana mestinya. Akibatnya, air yang sampai ke titik pemakaian bisa terasa lebih dingin.

Pada sistem tertentu, gangguan dapat berkaitan dengan pompa, jalur pipa, katup, atau komponen lainnya.

Jangan langsung mengganti komponen sebelum sumber masalah diketahui. Pemeriksaan sistem secara keseluruhan biasanya lebih efektif untuk menentukan bagian yang bermasalah.

5. Tangki Penyimpanan Mengalami Masalah

Tangki merupakan bagian penting karena berfungsi menyimpan air panas.

Jika kemampuan tangki mempertahankan temperatur air sudah menurun, air panas dapat lebih cepat kehilangan panas. Salah satu penyebabnya bisa berkaitan dengan kondisi insulasi tangki yang sudah tidak optimal.

Masalah pada tangki juga dapat membuat performa solar water heater terasa menurun meskipun kolektor masih bekerja dengan baik.

6. Penggunaan Air Panas Terlalu Banyak

Solar water heater memiliki kapasitas tertentu. Jika kebutuhan air panas melebihi kapasitas sistem, persediaan air panas dapat cepat berkurang.

Sebagai contoh, air panas digunakan oleh beberapa orang dalam waktu yang berdekatan. Air dingin kemudian masuk ke sistem dan membutuhkan waktu untuk kembali dipanaskan oleh kolektor.

Dalam kondisi seperti ini, solar water heater belum tentu mengalami kerusakan. Sistem mungkin hanya membutuhkan waktu untuk menghasilkan kembali air panas.

7. Pemanas Listrik Tambahan Tidak Berfungsi

Pada solar water heater yang memiliki electric backup heater, komponen tersebut dapat membantu ketika energi matahari tidak mencukupi.

Jika pemanas tambahan mengalami masalah, air mungkin tetap bisa dipanaskan oleh matahari tetapi membutuhkan waktu lebih lama, terutama ketika cuaca kurang mendukung.

Kerusakan dapat berkaitan dengan elemen pemanas, thermostat, kabel, atau komponen kelistrikan lainnya.

Pemeriksaan bagian listrik sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memahami sistem solar water heater karena terdapat risiko sengatan listrik.

Solar Water Heater Kurang Panas Saat Musim Hujan

Banyak pemilik solar water heater menyadari perbedaan temperatur air ketika memasuki musim hujan.

Hal ini cukup wajar. Ketika intensitas matahari berkurang selama beberapa hari, energi yang diterima kolektor juga menurun. Kondisi tersebut dapat membuat suhu air tidak setinggi biasanya.

Jika unit memiliki pemanas listrik tambahan, Anda dapat memeriksa apakah fitur tersebut bekerja dengan baik. Namun, jika air tetap tidak panas meskipun matahari cukup terik dan sistem backup berfungsi, kemungkinan terdapat masalah lain yang perlu diperiksa.

Cara Mengatasi Solar Water Heater Kurang Panas

Langkah pertama adalah melihat kondisi paling sederhana. Pastikan kolektor tidak tertutup bayangan dan permukaannya tidak dipenuhi debu atau kotoran.

Selanjutnya, perhatikan apakah masalah hanya terjadi ketika cuaca mendung atau berlangsung setiap hari. Jika hanya terjadi saat intensitas matahari rendah, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan kerusakan.

Perhatikan juga jumlah penggunaan air panas. Jika air panas cepat habis setelah digunakan beberapa orang, kapasitas sistem mungkin memang tidak mencukupi kebutuhan pada saat tersebut.

Jika masalah tetap muncul dalam kondisi matahari cukup baik, sebaiknya lakukan pemeriksaan pada kolektor, tangki, pipa, sirkulasi, thermostat, dan electric backup heater jika tersedia.

Hindari membongkar komponen sendiri, terutama bagian yang berkaitan dengan kelistrikan atau tekanan air. Kesalahan pemasangan dapat menyebabkan kerusakan yang lebih besar dan berpotensi membahayakan pengguna.

Baca Juga: Service Solar Water Heater Bocor

Pentingnya Service Solar Water Heater Secara Rutin

Solar water heater juga membutuhkan perawatan seperti perangkat rumah tangga lainnya. Perawatan rutin membantu menjaga performa sekaligus menemukan potensi masalah sebelum berkembang menjadi kerusakan serius.

Pemeriksaan dapat mencakup kondisi kolektor, tangki, sambungan pipa, katup, sistem sirkulasi, thermostat, electric backup heater, serta komponen lain sesuai jenis unit.

Selain menjaga suhu air tetap optimal, maintenance juga penting untuk memastikan sistem bekerja dengan aman dan efisien.

Jika solar water heater sudah digunakan selama bertahun-tahun, pemeriksaan menyeluruh semakin penting. Beberapa komponen mungkin mengalami penurunan performa meskipun tidak menunjukkan kerusakan yang terlihat secara langsung.

Kapan Solar Water Heater Perlu Diperiksa Teknisi?

Anda sebaiknya mempertimbangkan pemeriksaan teknisi jika air tetap kurang panas meskipun cuaca cerah dan kolektor mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Pemeriksaan juga diperlukan jika ditemukan kebocoran, tekanan air berubah secara tidak normal, pemanas listrik tidak bekerja, terdapat suara atau kondisi yang tidak biasa, atau temperatur air berubah drastis tanpa penyebab yang jelas.

Teknisi dapat melakukan pengecekan secara menyeluruh sehingga penyebab masalah bisa diketahui sebelum dilakukan penggantian sparepart.

Tidak semua solar water heater yang kurang panas membutuhkan penggantian unit. Dalam banyak kasus, masalah dapat berasal dari komponen tertentu yang masih bisa diperbaiki atau diganti.

Baca Juga: Apakah Solar Water Heater Membutuhkan Perawatan Rutin?

Kesimpulan

Penyebab solar water heater kurang panas bisa berasal dari berbagai faktor, mulai dari kurangnya sinar matahari, kolektor yang kotor, gangguan sirkulasi, masalah pada tangki, penggunaan air panas yang terlalu tinggi, hingga kerusakan electric backup heater.

Karena setiap sistem memiliki desain dan komponen yang berbeda, diagnosis sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi unit secara keseluruhan. Perawatan rutin juga penting agar performa solar water heater tetap terjaga dan potensi kerusakan dapat diketahui lebih awal.

Jika Anda membutuhkan pembelian solar water heater brand Solahart dan Handal, service, maintenance rutin, penggantian sparepart ori, maupun jasa bongkar pasang water heater, Anda dapat menghubungi Solahart Handal. Untuk konsultasi dan informasi layanan, hubungi TLP/SMS/WA 0813-8617-9609.