Home » Blog » Ikan Hias » Cara Membuat Aquarium untuk Karantina Ikan

Cara Membuat Aquarium untuk Karantina Ikan

cara membuat aquarium karantina

Cara Membuat Aquarium untuk Karantina Ikan – Mungkin banyak yang belum menyadari pentingnya aquarium karantina atau Quarantine Tank. Nah, sekarang kita akan bahas mengenai apa manfaatnya untuk ikan hias, serta bagaimana cara membuatnya.

Pada dasarnya, aquarium karantina itu sama seperti aquarium pada umumnya, hanya saja terpisah dari aquarium utama dan butuh spesifikasi khusus.

Jadi, apapun yang dilakukan di aquarium karantina, tidak akan berpengaruh ke aquarium utama.

Penggunaannya pun tidak hanya ditujukan untuk ikan hias saja, untuk pemeliharaan ikan konsumsi pun bisa menggunakan quarantine tank ini.

So, mari bahas lebih lanjut mengenai manfaat dan bagaimana cara membuat aquarium karantina.

Manfaat Aquarium Karantina

Ada dua hal penting tentang manfaat memiliki aquarium karantina:

  • Untuk karantina ikan baru
  • Untuk pengobatan

Mari kita bahas satu per satu:

1. Karantina Ikan Baru

Sebelum masuk ke dalam aquarium utama, ada baiknya ikan yang baru Anda beli diisolasi dulu di aquarium terpisah. Dalam hal ini Anda bisa manfaatkan aquarium karantina.

Kenapa?

Karena ikan yang baru Anda beli (entah dari toko atau hasil tangkapan alam), berpotensi menularkan penyakit ke ikan maupun biota lain di dalam aquarium utama.

Jika ikan yang baru Anda beli langsung masuk ke aquarium utama, takutnya dalam jangka waktu tertentu ikan baru dapat menularkan penyakit, misalnya saja white spot.

White spot (Ich) adalah penyakit ikan dengan ciri bintik-bintik putih yang menempel pada kulit ikan, penyebabnya adalah ektoparasit Ichthyophthirius multifiliis.

Nah, dalam aquarium karantina Anda juga bisa memperhatikan perilaku ikan, apakah ia sehat atau sakit.

Anda bisa mengkarantina ikan baru selama satu sampai tiga hari. Jika terlihat sehat, Anda bisa campur ke tank utama.

Sebaliknya, kalau Anda belum yakin, sebaiknya simpan lebih lama di tempat karantina tersebut.

Karantina ikan baru ini berlaku untuk ikan hias air tawar, terlebih air laut.

Selain ikan, bagi pemain reef tank, koral yang baru datang juga berpotensi membawa penyakit, sehingga koral juga perlu treatment yang sama.

2. Pengobatan

Manfaat lainnya dari aquarium karantina adalah sebagai Rumah Sakit ikan.

Ya, semua ikan yang sakit bisa Anda rawat secara terpisah dari aquarium utama.

Jika Anda mengobati ikan langsung di aquarium utama, bukannya tidak bisa, tetapi ikan maupun makhluk lain yang di dalamnya dapat terpapar obat yang Anda berikan.

Oleh karena itu, jika Anda menemukan ikan sakit, sebaiknya pisahkan dulu ikan sakit ke dalam aquarium karantina, lalu berikan pengobatan. Sehingga, ikan yang terpapar obat hanyalah ikan sakit saja, sedangkan yang sehat tidak terpengaruh obat yang Anda berikan.

Baca Juga: Penyebab Aquarium Berbusa

Cara Membuat Aquarium Karantina

Untuk menyiapkan aquarium karantina, Anda memerlukan:

  • Aquarium
  • Filter
  • Heater
  • Aerator
  • Alat tes air
  • Tempat persembunyian
  • Obat-obatan (untuk ikan sakit)

Pertama, Anda bisa sediakan aquarium yang tidak terlalu besar, tetapi tergantung pada jenis ikan. Lalu Anda bisa gunakan air yang ada pada aquarium utama (bisa setengah aquarium utama, ditambah setengah air baru).

Gunanya mencampur air dengan tank utama, yaitu agar ikan baru bisa lebih mudah beradaptasi dengan kondisi air pada tank utama.

Filter berfungsi untuk menjernihkan air, serta menjaga kondisi air tank karantina tetap baik. Hindari penggunaan karbon aktif pada filter jika Anda sedang memberikan pengobatan. Karena, karbon akan menyerap kimia obat, yang akan mempengaruhi efektivitas obat.

Heater bisa digunakan untuk ikan air tawar saja, karena ikan air laut umumnya membutuhkan suhu yang lebih dingin. Sedangkan heater itu berfungsi untuk meningkatkan suhu.

Penggunaan heater di Indonesia sepertinya lebih cocok untuk daerah pegunungan, dan ikan yang sakit. Bisa juga digunakan saat cuaca dingin agar suhu air tetap stabil.

Mesin aerator berguna sebagai penghasil oksigen, sedangkan batu gelembung untuk memecahnya agar oksigen yang dihasilkan lebih lembut.

Alat tes air berguna tidak cuma buat tempat karantina saja, tetapi juga untuk tank utama. Tujuannya untuk mengukur paramater air.

Anda bisa beli termometer aquarium, alat tes pH, amonia, nitrit, dan nitrat. Untuk air laut lebih banyak test kit yang diperlukan.

Anda bisa berikan tempat persembunyian dari pipa PVC atau bebatuan. Tujuannya membuat ikan nyaman dengan kondisi baru.

Obat-obatan hanya diberikan saat aquarium karantina bertindak sebagai “Rumah Sakit”. Sedangkan dalam keadaan untuk karantina ikan baru, Anda cukup memberikan garam ikan dan bakteri starter.

Sebisa mungkin, bedakan antara tank karantina ikan sakit dan ikan baru, artinya jangan campur ikan sakit dengan ikan yang baru Anda beli, meski tujuannya sama-sama untuk isolasi.

Jangan lupa, setelah tank karantina dibuat untuk tempat pengobatan, kuras dan ganti air dengan aturan yang sama seperti petunjuk di atas.

Baca Juga: 10 Ikan Hias Air Tawar yang Bisa Hidup Tanpa Aerator

Itulah bagaimana cara membuat aquarium karantina untuk ikan dan berbagai manfaatnya. Semoga membantu!