Home » Blog » Sosial » 6 Cara Menghindari Orang yang Toxic Level Dewa

6 Cara Menghindari Orang yang Toxic Level Dewa

Cara Menghindari Orang Toxic

6 Cara Menghindari Orang yang Toxic Level Dewa – Apakah Anda pernah merasa lebih buruk setelah berinteraksi dengan seseorang? Jika iya, kemungkinan Anda sudah menghadapi orang toxic.

Istilah “toxic” kini begitu populer, yang merujuk kepada seseorang yang bisa memberi dampak negatif untuk diri Anda.

Ciri-ciri Orang Toxic

Ciri-ciri orang toxic seperti selalu mengeluh, berbicara hal negatif, terlalu egois, kecenderungan menciptakan konflik atau penuh tipu daya.

Kalau bertemu orang seperti itu, sebaiknya Anda pergi saja daripada mereka terus meracuni diri Anda dengan hal-hal buruk.

Namun karena satu dan lain sebab, Anda sulit untuk menghindar dari orang toxic ini, misalnya dia adalah teman kerja Anda sendiri. Apa Anda mesti resign dari pekerjaan hanya untuk menghindar darinya? Tidak mungkin bukan?

Atau oknum ini ada di dalam circle Anda? Susah juga bukan buat menghindarinya?

Cara Menghindari Orang Toxic

Sulit untuk berada pada lingkungan yang anti-toxic, karena biasanya ada-ada saja satu atau dua orang toxic dalam pergaulan.

Well, jika demikian, Anda tak perlu menghindar, tapi siasati dengan beberapa cara menghadapi orang toxic level dewa di bawah ini:

1. Acuhkan Saja Orang Toxic

Salah satu ciri orang toxic ialah selalu saja mencari-cari perhatian, tujuannya tentu agar mendapat perhatian.

Ia dapat melakukan apapun yang membuat semua orang tertuju padanya atau memperhatikannya. Seperti berbicara keras-keras, memotong pembicaraan, bahkan mendominasi pembicaraan, seolah-olah dialah yang paling benar.

Jika sudah dirasa berlebihan, ada baiknya acuhkan saja orang toxic ini, anggap saja sebagai celoteh kosong.

Kalau Anda terlalu berpusat padanya, bisa-bisa Anda terpancing, atau bahkan mencoba melakukan perlawanan yang justru membuang-buang energi Anda sendiri.

2. Cari Cara untuk Mengakhiri Obrolan

Orang-orang toxic akan selalu mencari teman ngobrol yang kira-kira bisa mendukungnya. Misalnya saat ia berkeluh kesah tentang hidupnya, jika Anda mendukung keluhannya, maka sebenarnya Anda juga sudah terseret oleh ritme mereka.

Sebenarnya kalau Anda menemui kejadian demikian, jangan ikut-ikutan mengeluh atau mendukung keluhannya, sebaiknya lakukan hal sebaliknya, yaitu menyemangatinya agar ia tidak gampang mengeluh pada keadaan.

Kalau memang sudah tidak bisa Anda atasi, sebaiknya carilah cara untuk menyudahi pembicaraan. Percuma juga Anda membuang waktu menghadapi orang yang demikian.

Bukan bermaksud untuk tidak menghormati lawan bicara, tetapi Anda harus bertindak defensif untuk diri Anda sendiri, jangan sampai orang-orang toxic ini mempengaruhi pikiran Anda menjadi buruk.

3. Fokus pada Tujuan!

Seumpama Anda harus berurusan dengan orang toxic untuk suatu tujuan, jangan biarkan dia mengendalikan Anda.

Biasanya, orang toxic ini akan selalu mendominasi dan melebar-lebarkan permasalahan. Untuk itu Anda harus tetap fokus pada tujuan awal, jangan sampai tujuan Anda jadi kemana-mana karena pengaruh si toxic ini.

Setiap kali ia mau melebarkan jalurnya, Anda wajib meluruskan dan mengingatkan kembali tujuan Anda semula. Ingat, urusan Anda dengannya hanya sebatas tujuan, bukan jadi teman dekat!

4. Tetap Terkontrol

Ada kalanya Anda ingin mengubah seseorang ke arah yang benar, itu baik, tapi tidak dengan orang toxic level dewa!

Toxic yang sudah demikian parah, akan mengakar pada segala lini kehidupannya, sehingga sangat sulit diobati.

Daripada Anda harus mengubahnya, lebih baik Anda mengontrol diri Anda sendiri agar tak terbawa arus atau terpancing hal negatif yang dilakukannya.

Orang toxic level dewa ini sangat pintar membuat sandiwara, penuh tipu daya, bahkan seolah-olah ia yang menjadi korban atas semua kejadian.

Jika Anda tak memiliki kontrol, justru Anda akan hanyut dengan kisahnya dan bisa saja Anda berdiri di garis depan untuk membelanya mati-matian.

Untuk itu, kontrol diri sendiri serta tetap berpikiran jernih adalah kunci untuk menghadapi orang toxic macam ini.

Baca Juga:

5. Bergaul Boleh, Namun Terapkan Batasan!

Cara yang bijaksana untuk menghadapi orang toxic disekitar Anda adalah dengan membuat batasan yang jelas.

Karena beberapa hal, Anda tak mungkin lari dari pergaulan karena satu atau dua orang toxic berada di dalamnya. Tak bijak juga untuk membuangnya dalam circle Anda.

Solusinya adalah tetap bergaul dengannya, tapi ada batasan-batasan tertentu yang Anda mesti terapkan, seperti membatasi waktu saat berinteraksi dengannya.

Atau, saat ia sudah menampakkan toksisitasnya, Anda bisa menjauh atau acuhkan dengan pura-pura memperhatikannya.

6. Hindari Obrolah yang Negatif

Berhubung salah satu ciri-ciri orang toxic ialah suka obrolan yang negatif, maka untuk menghindarinya Anda perlu berlaku sebaliknya.

Namun, gak selalu si toxic ini ngomongin jelek terus, pasti ada kalanya dia juga berbicara sesuatu yang positif. Bahkan mungkin bermanfaat buat Anda.

So, dalam hal ini Anda perlu pintar-pintar memilah mana obrolan positif dan negatif.

Jika obrolah mau mengarah pada hal negatif, atau sudah dalam titik negatif, sebaiknya Anda cari cara untuk mengalihkan pembicaraan kepada hal lain yang lebih positif.

Atau, Anda bisa menurunkan tensi obrolan negatif perlahan-lahan. Jadi pertama-tama Anda mengikuti alurnya, lalu mengalihkan perlahan, sampai pada akhirnya Anda bisa menyudahi obrolan atau mengganti topiknya.

Cara menghindari orang toxic seperti ini terlihat lebih elegan, artinya Anda tidak langsung buang muka atau menunjukkan sikap penolakan. Hanya Anda perlu pegang kendali obrolan agar tetap pada koridor yang baik.

Baca Juga: