Home » Blog » World's Topic » Hamil 9 Bulan Tanpa Sepengetahuan Orang Tua

Hamil 9 Bulan Tanpa Sepengetahuan Orang Tua

Kehamilan 9 bulan

Hamil 9 Bulan Tanpa Sepengetahuan Orang Tua – Hubungan seksual menjadi salah satu cara untuk mendapatkan keturunan.

Yang berupa kehamilan yang menjadi karunia terindah bagi pasangan yang telah melakukan pernikahan.

Pernikahan sendiri merupakan hal yang sangat sakral untuk dilakukan karena telah berjanji untuk bersama dalam keadaan suka maupun duka dihadapan Yang Maha Kuasa.

Tak lain, pernikahan juga menjadi salah satu cara agar dapat memberikan keturunan dan tetap terjaga keberlangsungan hidup mereka.

Tetapi pergaulan yang terjadi pada sekarang ini mengubah stigma mengenai pernikahan.

Salah satunya adalah mengenai hubungan seksual yang hanya boleh dilakukan setelah terjadinya pernikahan agar kesehatan dan harga diri baik laki-laki dan perempuan tetap terjaga.

Hubungan Seksual diluar Nikah


Baik untuk diingat, artikel ini dibuat bukan bertujuan untuk menggurui atau hal lainnya.

Hal ini ditulis melainkan untuk memberitahu bahwa setiap kegiatan yang dilakukan memiliki resiko yang harus Anda tanggung.

Seperti yang Anda ketahui bahwa ada pepatah yang mengatakan jika mahkota perempuan adalah kehormatan dirinya yang layak untuk dijaga.

Begitu pun untuk laki-laki, laki-laki yang paham akan resiko dan bahaya tidak mungkin akan melakukan hal itu.

Walaupun banyak yang mengatakan jika laki-laki tidak akan memiliki “bekas” pada dirinya.

Namun pada realitanya, banyak sekali muda-mudi yang terjerumus pada kegiatan yang seharusnya tidak boleh dilakukan sebelum adanya pernikahan.

Ya, benar, Hubungan seksual diluar pernikahan.

Hubungan seksual yang dilakukan diluar pernikahan sendiri di Indonesia masih saja menjadi hal kontroversial.

Resiko Seksual Pra Nikah

Nyatanya, Anda harus tahu terlebih dahulu mengenai resiko yang akan didapat jika melakukan hubungan seksual diluar nikah.

Resiko yang mungkin diterima antara lain adalah munculnya perasaan bersalah, apalagi jika masih berpegang teguh dengan norma-norma agama yang berlaku.

Lalu hubungan seksual yang dilakukan diluar pernikahan juga akan menyebabkan ketergantungan secara emosi dan seksual.

Hal ini biasanya akan terjadi apalagi untuk pasangan yang baru saja melakukannya pertama kali.

Lebih tepatnya adalah perasaan emosi berupa rasa cemburu kepada pasangannya

Dan ketergantungan secara seksual adalah karena seks sendiri merupakan hal yang normative dan subjektif.

Jadi orang lain tidak boleh tahu, jadi mau tidak mau jika ingin melakukannya harus dengan pasangannya sendiri.

Ketika masih berpacaran dan sudah melakukan hubungan seksual biasanya yang lebih berat akan terjadi pada pihak perempuan, apalagi jika pasangannya melakukan tindak kekerasan.

Terkadang perempuan tidak akan mau meninggalkan pasangannya yang sudah jelas melakukan tindakan kekerasan dengan alasan telah melakukan hubungan seksual tadi.

Ini terbukti menjadi alasan yang kuat kenapa banyak dari mereka yang terjebak dalam hubungan yang abusive seperti ini.

Yang terakhir yang dapat Kami berikan adalah berpotensinya perselingkuhan ketika sudah menikah nanti.

Hal ini dikarenakan feeling exciting yang didapat ketika menikah sudah berbeda. Karena ketika sudah menikah untuk melakukan hubungan seksual tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi.

Hal ini juga memicu adrenalin bagi diri masing-masing dan memiliki potensi untuk selingkuh.

Kali ini Solahart Handal ingin membagi kisah mengenai salah satu kejadian yang benar terjadi dalam kegiatan seksual pra nikah:

Hamil 9 Bulan Tanpa diketahui Orang Tua di Rumah

Perlu diketahui ini merupakan artikel yang bertujuan untuk memberikan informasi terkait sebab dan akibat dari hubungan seksual diluar nikah.

Artikel ini murni tidak menitikberatkan kepada siapa pun diluar sana.

Tentunya dengan ini Kami berharap agar dapat dijadikan pembelajaran untuk kedepannya.

Inilah kisah asli dari seseorang dengan akun @kocheeeeeeeng pada akun twitter milik pribadinya mengenai utasan terkait kehamilannya selama 9 bulan tanpa diketahui orang tuanya di rumah.

Awal Mula Kejadian

Awal mula dari kisah ini berlangsung pada tahun 2015, saat itu Ia sudah memasuki kuliah semester 5 sedangkan kekasihnya sebut saja A masih duduk dibangku 2 SMA.

Hubungan ini pun berlangsung selama dua tahun lamanya. Selama pacaran, mereka tidak pernah saling mengenalkan diri mereka ke orang tua masing-masing.

Alasannya adalah karena memang untuk Have Fun, jadi untuk apa mengenalkan diri ke orang tua. Ungkapnya.

Sebenarnya tidak ada yang berbeda dari mereka pada saat berpacaran karena seperti layaknya muda-mudi yang berpacaran.

Mereka hanya bertemu untuk nonton, makan, lalu pulang.

Namun dibalik hal yang sewajarnya tadi, mereka pun tidak tabu dengan hal hal yang berbau dengan seksualitas

Karena mereka sendiri sudah pernah melakukannya dengan pasangan sebelumnya.

Selama dua tahun mereka pun terhitung hanya melakukan hubungan seksual sebanyak lima kali.

Mungkin ini merupakan kegiatan yang sangat jarang sekali dilakukan mengingat periode yang dilakukan selama kurun waktu dua tahun.

Ia pun menyadari bahwa hal yang dilakukannya salah mengingat Ia merupakan putri kesayangan kedua orang tuanya.

Yang mungkin menjadi harapan bagi kedua orang tuanya kelak Ia akan bisa membanggakan mereka.

Tanpa Pengaman

Untuk siapa pun yang membca ini, tidak ada maksud apa pun untuk menggurui atau hal lainnya.

Dan untuk yang sudah masuk ke dalam dunia seks pra nikah. Dimohon untuk menjaga diri sendiri dari kemungkinan hal yang tidak diinginkan.

Ia sendiri mengungkapkan bahwa selama Ia melakukan hubungan seksual itu

Ia dan pasangannya tidak menggunakan pengaman apapun untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Apakah yang Anda bayangkan jika terjadi kehamilan? TV 21 inch? Tentu saja bukan.

Yang akan keluar adalah seorang bayi. Darah daging Anda

Pada hubungan seksual yang ke lima inilah Ia mengaku yang menjadi malapetaka bagi dirinya dan pasangannya itu. Karena setelah melakukan hubungan seksual tersebut

Ia menunggu pada bulan berikutnya untuk jadwal menstruasi. Ia mengaku bahwa jadwal menstruasinya tidak pernah telat.

Namun kali ini tidak, Ia pun mencoba menghubungi pasangannya untuk sekedar memberikan informasi. Namun, respon yang diberikan masih terlihat santai

“Gak mungkin kenapa napa, tunggu aja mungkin mundur” balas pasangannya.

Positif Hamil

Hari demi hari, minggu demi minggu. Jadwal menstruasi yang ditunggu tidak datang. Akhirnya Ia pun memutuskan untuk mengecek kehamilan dengan alat uji kehamilan.

Pada pagi hari Ia mulai untuk mengecek apakah benar atau tidak, dan benar saja hasil yang keluar adalah positif yang artinya Ia sedang mengandung janin didalam rahimnya.

Ketika mengetahui hal itu Ia pun segera melakukan pencarian pada mesin pencari cara-cara untuk menggugurkan kandungannya.

Sebelum Ia melakukan itu, Ia pun memberi kabar kepada pasangannya bahwa benar Ia hamil.

Aku : Kita usaha hilangin gimana?
A : Jangan, itu anak kita. Aku mau tanggung jawab
Aku : Aku gak mau Ibu tau. Pokoknya aku gak mau sampe Ibu tau apapun yang terjadi. Kita coba hilangin ini, apapun caranya.
A : Jangan, kamu gak kasian sama anakmu sendiri?

Begitulah isi percakapan yang diberikan oleh penyitas di akun twitter milik pribadinya.

Ia pun tetap bersikeras untuk melakukan pengguguran pada janinnya sendiri.

Dimulai dari memakan nanas muda, minuman bersoda yang dicampur dengan lada dan pergi ke paranormal berharap janinya bisa hilang dengan kekuatan magis.

Bulan berganti bulan, kehamilan dari Ia pun tidak dicurigai oleh kedua orang tuanya karena Ia dikenal sebagai anak rumahan dan tidak pernah mengenalkan lelaki kepada orang tuanya.

Terlintas pertanyaan dari orang tuanya mengapa kakinya terlihat lebih besar dan bengkak, Ia pun hanya menjawab bahwa Ia hanya kelelahan dan pegal-pegal saja.

Walaupun tengah berbadan dua, Ia tidak dikenali cirinya karena memang perawakan darinya yang tinggi berisi.

Disaat seperti ini Ia terus terang tak henti hentinya melakukan “kejahatan” terhadap janinnya sendiri.

Padahal pasangannya pun dengan lapang dada ingin bertanggung jawab dari apa yang sudah diperbuat.

Memasuki Usia Sembilan Bulan

Waktu ini pun tak lama tiba, mau tak mau Ia harus segera keluar rumah agar bisa melahirkan. Sebelumnya Ia memang merasakan mulas pada perutnya. Dan segera mengabari pasangannya.

Dengan izin menginap di rumah kerabat dekatnya, akhirnya Ia pun bisa keluar rumah.

Bagaimana Dengan Pasangannya?

Ya benar, dengan cara spontan pasangannya pun memeritahu bahwa kekasihnya itu tengah hamil dan akan melahirkan kepada orang tuanya sendiri.

Respon dari orang tua sang laki-laki adalah tenang, dengan menjawab agar Ia segera dibawa ke rumah sakit.

Akhirnya, si A pun dengan sigap menjemput dan mengantarkan Ia ke rumah sakit.

Ia pun teringat bahwa setiap malam di perutnya yang semakin membesar, terasa gerakan dari dalam perutnya seorang bayi yang bergerak sehat.

Ia pun sempat merasa sedih karena selama ini berusaha untuk menggugurkan kandungannya.

Setibanya di Rumah Sakit

Ia pun tiba di rumah sakit untuk persiapan bersalin tentunya dengan didampingi orang tua A dan keluarga besarnya.

Ia pun sempat ditanyakan bagaimana dengan orang tua Ia sendiri. Ia mengungkapkan bahwa Ia tidak mau kalau orang tuanya tahu karena takut akan kemarahan orang tuanya.

Waktu Kelahiran Tiba

Ia pun memberitahu bahwa masih mengingat rasanya melahirkan, rasanya sakit seperti diujung maut. Selama belasan jam Ia menunggu hingga sempurna pembukaannya.

Dalam tiga kali mengejan anak Ia pun lahir, Ia pun menangis sesenggukan mengingat apa yang telah dilakukannya dahulu.

Hal yang pertama ditanyakan setelah melahirkan kepada bidan adalah “apakah anak saya sehat?”

“Aku gak pernah lupa, gimana gemeterannya aku, gimana nangisnya aku sampe sesenggukan saat pertama bidan kasih tunjuk anakku ke hadapanku.

Aku kaya merasa bersalah, pengen bunuh diri aja

Anak yang gak salah apa2 dulu di perut aku jahatin” ungkapnya

“Paginya, ayah dateng bareng om nya.

Mereka ajak aku ngomong serius soal Ibu.

Mereka minta izin hari ini mau ke rumahku untuk kasih tau Ibu semuanya. Karna hal seperti ini gak akan bisa diumpetin sampai kapanpun.”

“Aku pasrah kali ini, aku sadar kalau ini sudah terlalu jauh dan gak ada yang bisa disembunyiin lagi. Akhirnya ayah dan omnya A berangkat ke rumahku.

Selama menunggu kabar dari mereka, aku bener2 cuma bisa diem. Aku cuma mikir apa yang terjadi disana? Gimana keadaan Ibu?”

Keadaan Setelah Orang Tua Mengetahui

Setelah dari pembicaraan itu dan waswasnya Ia, akhirnya Ia mengetahui bahwa ibunya sangat terkejut mengenai kejadian yang dialami putrinya.

Ibunya pun tidak segera datang karena masih belum siap untuk melihat keadaan yang terjadi. Namun, ketika malam tiba, beliau datang dengan Ayahnya.

Satu pertanyaan yang terucap dari seorang ibu kepada anaknya yaitu “kok bisa?” yang dibarengi dengan tatapan kosong.

Berlangsungnya Pernikahan

Pernikahan pun segera dilakukan tetapi bayi yang telah dilahirkan sengaja untuk tidak diekspos terlebih dahulu karena takut menyebabkan pembicaraan yang tidak baik pada tetangga sekitar.

Pernikahan yang dilaluinya pun pada awalnya terasa sangat canggung karena berdasarkan pada kejadian yang tidak diinginkan.

Namun, lambat laun semua berakhir dengan normal dan bahagia

Untuk siapa pun yang membaca ini tolong untuk memperhatikan resiko yang akan terjadi

Dan bagi yang sudah terlanjur melakukan kegiatan hubungan seksual diluar nikah

Tolong diperhatikan keamanannya dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Komentar Pengguna Internet

Dari utasan yang diberikan penyitas pada akun pribadinya pun itu mendapatkan berbagai kritikan positif maupun negative.

Seperti diantaranya:

@noturbicis yang merespon utasan tersebut dengan komentar

“ni salah. salah banget malah. sex diluar nikah, hamil, bohongin orang tua.

Cuma ada beberapa hal yang bisa kamu syukurin nder. Pertama, pacarmu baik banget dan dia kekeh mau bertanggung jawab.

Disaat cewe lain nguber cowo minta tanggung jawab ini malah nyerahin diri.”

@unmagnetism pun juga memberikan komentarnya

“Gue jatuh cinta sama tokoh A, kayaknya dia orang yg dewasa, bertanggung jawab dan likeable.

Beda banget sama karakter cwo di thread2 hamil di luar nikah yg rata2 bangsat semua, sampe dajjal aja minder”

@muhakbar_p

“Sangat jarang ada laki-laki yang sedari awal siap bertanggung jawab.

Dibanding thread spill-spillan tai kucing, thread ini mengajarkan banyak hal. Semoga mba dan keluarga sehat selalu”

Komentar Negative

Tak lain ada juga yang berkomentar negative seperti pada cuitan @burmawi0 yang mengatakan

“anak haram emang kuwat banget dijanin”

Itulah beberapa komentar netizen terhadap utasan yang diberikan

Terlepas anak haram atau tidak itu balik lagi kepada diri Anda sendiri.

Jangan pernah menghinakan anak yang memang pantas lahir ke dunia ini apapun kondisinya.

Sekian dari Solahart Handal yang dapat Kami berikan. Untuk informasi lebih lanjut bisa kungjungi website Kami di https://solaharthandal.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *